Kamis, 23 Agustus 2012

Syafa'at Rasul

Kanjeng Rasulullah SAW


SYAFA’AT UMUM NABI MUHAMMAD DI MAHSYAR

 

 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهَلْ تَدْرُوْنَ بِذَلِكَ ؟ يَجْمَعُُ اللهُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ فِي صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَيَسْمَعُهُمُ الدَّاعِى وَيَنْفَذُهُمُ الْبَصَرُ وَتَدْنُوا الشَّمْسُ فَيَبْلُغُ النَّاسُ مِنَ الْغَمِّ وَالْكَرْبِ مَالاَ يُطِيْقُوْنَ وَلاَيَحْتَمِلُوْنَ، فَيَقُوْلُ بَعْضُ النَّاسِ لِبَعْضٍ : أَلاَتَرَوْنَ مَا أَنْتُمْ فِيْهِ أَلاَتَرَوْنَ مَا قَدْ بَلَغَكُمْ أَلاَتَنْظُرُوْنَ إِلَى مَنْ يَشْفَعُ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ فَيَقُوْلُ بَعْضُ النَّاسِ لِبَعْضٍ : اُئْتُوْا آدَمَ فَيَأْتُوْنَ آدَمَ فَيَقُوْلُوْنَ : يَا آدَمُ أَنْتُمْ أَبُوْنَا أَبُواالْبَشَرِ خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُوْحِهِ وَأَمَرَالْمَلاَئِكَةَ فَسَجَدُوْا لَكَ اِشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلاَتَرَى مَانَحْنُ فِيْهِ، أَلاَتَرَى مَا قَدْبَلَغَنَا فَيَقُوْلُ آدَمُ : إِنَّ رَبِّيْ قَدْغَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قََبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ َوَإِنَّهُ نَهَانِيْ عَنِ الشَّجَرَةِ فَعَصَيْتُهُ، نَفْسِيْ نَفْسِيْ، إِذْهَبُوْاإِلَى نُوْحٍ

      

Rasul SAW bersabda, “Aku adalah pemimpin manusia pada hari kiamat . Apakah kalian tahu hal itu? Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan belakangan atau akhir di tempat yang sama, mereka mendengarkan seruan, pandangan pun tertunduk, lalu matahari mendekat: Maka manusia merasakan kesedihan dan kesusahan yang tidak mampu kalian tampung lagi. Lalu sebagian manusia berkata pada sebagian yang lain, “Apa kalian tidak melihat apa yang kalian alami? Mengapa kalian tidak melihat pada orang yang memohon syafa’at kepada Tuhan untuk kalian?” Lalu sebagian manusia berkata pada sebagian yang lain, “Datangilah Nabi Adam”. Maka mereka mendatangi Nabi Adam dan berkata, “Hai Adam, engkau adalah bapak kami, bapak seluruh manusia, Allah menciptakanmu dengan kekuasaan-Nya dan meniupkan ruh-Nya kedalam dirimu, memerintahkan malaikat sujud padamu. Maka dari itu mintalah syafa’at pada Tuhamnmu untuk kami. Tidakah kau lihat apa yang kami alami? Tidakah kau lihat sampai dimana kesusahan kami?, Adam menjawab, “Sesungguhnya Tuhanku telah marah padaku pada suatu hari dengan kemarahan yang tiada bandingnya baik sebelum dan sesudahnya. Sesungguhnya Dia telah melarangku mendekati pohon lalu aku mendurhakainya. Diriku, diriku, pergilah kamu ke Nuh”.       

 

فَيَأْتُوْنَ نُوْحًا فَيَقُوْلُوْنَ : يَانُوْحُ إِنَّكَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى الْاَرْضِ وَسَمَّاكَ اللهُ عَبْدًا شَكُوْرًا، اِشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّنَا، أَلاَتَرَىمَا نَحْنُ فِيْهِ أَلاَتَرَىمَاقَدْ بَلَغَنَا فَيَقُوْلُ لَهُمْ نُوْحٌ : إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَإِنَّهُ قَدْ كاَنَتْ لِي دَعْوَةٌ دَعَوْتُ بِهَا عَلَى قَوْمِي. نَفْسِى نَفْسِى، اِذْهَبُوْا إِلَى اِبْرَاهِيْمَ

 

Lalu mereka mendatangi Nuh dan berkata, “Hai Nuh kamu adalah Rasul pertama di bumi, Allah menyebutmu hamba yang banyak bersyukur. Mintalah syafa’at untuk kami kepada Tuhan kami. Tidakkah kau lihat apa yang kami alami? Tidakkah kau lihat smpai mana kesusahan kami?”

Maka Nuh berkata kepada mereka sesungguhnya Tuhanku telah marah pada suatu hari dengan kemarahan yang tiada bandingnya baik sebelum dan sesudahnya. Sesungguhnya aku punya satu doa yang telah aku gunakan untuk menyiksa kaumku diriku, diriku. Pergilah ke Ibrahim.

 

فَيَأْتُوْنَ اِبْرَاهِيْمَ فَيَقُوْلُوْنَ : يَااإِبْرَاهِيْمُ أَنْتَ نَبِيُ اللهِ وَخَلِيْلُهُ مِنْ أَهْلِ الاَرْضِ اِشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَتَرَىمَا نَحْنُ فِيْهِ أَلاَتَرَىمَاقَدْبَلَغَنَا فَيَقُوْلُ لَهُمْ إِبْرَاهِيْمُ : إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَذَكَرَكَذِبَاتِهِ، نَفْسِى نَفْسِى اِذْهَبُوْا إِلَى غَيْرِىْ إِذْهَبُوْا إِلَى مُوْسَى

 

Maka mereka mendatangi Ibrahim dan berkata, “Hai Ibrahim kamu adalah nabi Allah dan kekasih-Nya di antara penduduk bumi, mintalah syafa’at pada Tuhanmu untuk kami.” Ibrahim berkata kepada mereka “Sesungguhnya Tuhanku telah marah padaku pada suatu hari dengan kemarahan yang tiada bandingnya baik sebelum dan sesudahnya, dan Nabi Ibrahim menyebutkan dusta-dustanya, diriku, diriku. Pergilah ke selainku. Pergilah ke Musa.     

 

فَيَأْتُوْنَ مُوْسَى فَيَقُوْلُوْنَ يَا مُوْسَى : أَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ فَضَّلَكَ اللهُ بِرِسَالَتِهِ وَبِتَكْلِيْمِهِ عَلَى النَّاسِ اِشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَتَرَى مَا نَحْنُ فِيْهِ، أَلاَتَرَى مَاقَدْ بَلَغَنَا ؟ فَيَقُوْلُ لَهُمْ مُوْسَى : إِنَّ رَبِّىْ قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ وَإِنِّىْ قَتَلْتُ نَفْسًا لَمْ أُؤْمَرْ بِقَتْلِهَا نَفْسِىْ نَفْسِىْ، إِذْهَبُوْا إِلَى عِيْسَى

 

Lalu mereka mendatangi Musa dan berkata, “Kamu adalah utusan Allah, Allah memberi keutamaan padamu dengan menjadi rasul-Nya dan Dia berbicara padamu, mintalah syafaat pada Tuhan untuk kami. Tidakkah kau lihat apa yang kami alami, tidakkah kau lihat sampai mana kesusahan kami?”. Maka Musa berkata pada mereka, sesungguhnya Tuhanku telah marah padaku pada suatu hari dengan kemarahan yang tiada bandingnya baik sebelum dan sesudahnya dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak perintahkan membunuhnya. Diriku,diriku. Pergilah ke Isa”. 

 

فَيَأْتُوْنَ عِيْسَى فَيَقُوْلُوْنَ : يَا عِيْسَى أَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ وَكَلَّمْتُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَلِمَةٌ مِنْهُ اَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَتَرَى مَانَحْنُ فِيْهِ أَلاَتَرَى مَاقَدْ بَلَغَنَا؟ فَيَقُوْلُ لَهُمْ عِيْسَى : إِنَّ رَبِّىْ قَدْ غَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلَمْ يَغْضَبْ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَلَمْ يَذْكُرْ ذَنْبًا نَفْسِىْ نَفْسِىْ، إِذْهَبَوْا إِلَى غَيْرِىْ، إِذْهَبُوْا إِلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

Lalu mereka mendatangi Isa dan berkata, “Hai Isa kamu adalah rasul Allah, kau bisa berbicara pada manusia ketika masih di ayunan, kau juga kalimah Allah yang diletakan pada Maryam dan ruh-Nya. Mintalah syafaat pada Tuhanmu untuk kami. Tidakkah kau lihat apa yang kami alami. Tidakkah kau lihat sampai mana kesusahan kami?”. Maka Isa berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Tuhanku telah marah padaku pada suatu hari dengan kemarahan yang tiada bandingnya baik sebelum dan sesudahnya dan Dia tidak menyebutkan suatu dosa. Diriku, diriku. Pergilah ke Muhammad SAW”.    

 

 فَيَأْتُوْنَهُ فَيَقُوْلُوْنَ : يَامُحَمَّدُ أَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ وَخَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ، وَغَفَرَاللهُ لَكَ مَاتَقَدَّمَ وَمَاتَأَخَّرَ إِشْفَعْ إِلَى رَبِّكَ أَلاَتَرَى مَانَحْنُ فِيْهِ أَلاَتَرَى مَاقَدْ بَلَغَنَا فَأَنْطَلِقُ فَأَتِىْ تَحْتَ الْعَرْشِ فَأَقَعُ سَاجِدًا لِرَبِّىْ، ثُمَّ يَفْتَحُ اللهُ عَلَيَّ وَيُلْهِمُنِى مِنْ مَحَامِدِهِ وَحُسْنِ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ شَيْئًا لَمْ يَفْتَحْهُ لِأَحَدٍ غَيْرِىْ مِنْ قَبْلِىْ ثُمَّ قَالَ : يَامُحَمَّدُ إِرْفََعْ رَأْسَكَ، سَلْ تُعْطَهُ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَرْفَعُ رَأْسِىْ فَأَقُوْلُ يَارَبِّ أُمَّتِىْ أُمَّتِىْ، فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ أُدْخِلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَحِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيْمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ، وَالَّذِىْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَا بَيْنَ الْمِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيْعِ الْجَنَّةِ لَكَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَهَجَرَ أَوْكَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَبُصْرَى) وَفِى الْبُخَارِى (كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَحِمْيَرَ). (رواه البخارى)–٢٧٢

     

Lalu mereka mendatanginya dan berkata, “Hai Muhammad kau adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang terdahulu atau yang akan datang (dijaga dari berbuat dosa). Mintalah syafaat pada Tuhanmu. Maka aku kemudian pergi dan menuju di bawah arsy, lalu bersujud kepada Tuhanku, kemudian Allah membukakan pintu hatiku dan memberi ilham tentang pujian-pujian untuk-Nya yang tidak pernah dibukakan pada orang lain sebelumku. Kemudian Allah berkata : “Hai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah sesuatu tentu kau akan diberi, mintalah syafaat  tentu kamu akan diberi syafaatmu. Maka aku mengangkat kepalaku lalu berkata, “Ya Tuhanku, umatku, umatku. Maka dikatakan padanya, “Aku masukan surge umatmu yang tanpa hisab lewat pintu yang kanan dari pintu-pintu surga. Mereka sama dengan yang lain, pada pintu-pintu yang lain. Demi Dzat yang diri Muhammad dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya luas antara daun-daun pintu surga sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar atau antara Mekah dan Bushro. Dalam shahih Bukhari “Antara Mekah dan Himyar”.

 

  •  Syair

     

صلاة الله سلام الله       على طه رسول الله   

 

Nabi {pemim ~ pin} manusia  (الله)  di hari {ki ~ amat} nyata

Orang akhir ~ dan dahulu  (الله)  dikumpulkan ~ jadi satu

Dengar {sua ~ ra} yang ngundang  (الله)  semua {ma ~ ta} memandang

Matahari ~ didekatkan  (الله)  semua sangat ~ kesusahan

Sebagian ~ manusia  (الله)  berkata {pa ~ da} lainnya

Apa kamu ~ tak mengerti  (الله)  apa yang {eng ~ kau} alami

Kenapa {ka ~ mu} tak minta  (الله)  syafaat yang ~ untuk kita

Datanglah {se ~ bagiannya}  (الله)  ke Adam {ba ~ pak} manusia

Berkata dan ~ menemui  (الله) Adam engkau ~ bapak kami

Dan bapaknya ~ manusia  (الله)  dicipta {Al ~ lah} yang Kuasa

Malaikat {di ~ printah} sujud  (الله)  lalu {Malai ~ kat] pun sujud

Wahai Adam ~ mintakanlah  (الله)  kami {syafa ~ at} ke Allah

Apakah {An ~ da} tak lihat   (الله)  manusia {su ~ sahnya} berat

Nabi Adam ~ menjawabnya   (الله)  Allah murka ~ tak terkira

Allah {mela ~ rang} mendekat  (الله)   pohon tapi ~ aku nekat

Aku takut ~ kepada-Nya  (الله)  datangi {Na ~ bi} Nuh saja

Lalu datang ~ kepadanya  (الله)  melaporkan ~ deritanya

Nabi Nuh {eng ~ kau} adalah  (الله)  Rasul {perta ~ manya} Allah

Hamba yang {ban ~ yak} syukurnya  (الله)  kepada {Al ~ lah} Ta’ala

Mintalah {sya ~ faat} Allah  (الله)  sebab kami ~ sangat susah

Dan Nabi Nuh ~ menjawabnya  (الله) Allah murka ~ tak terkira

Datangilah ~ Nabi Allah  (الله)  Ibrahim {ke ~ kasih] Allah

Jawabnya {Ib ~ rahim} sama  (الله)  merasa {pu ~ nyai} dosa

Maka {datang ~ lah} ke Musa  (الله)  dan juga ke ~ Nabi Isa

Terakhir {Na ~ bi} Muhammad   (الله)  minta {dibe ~ ri} syafaat

Dan Nabi {Mu ~ hammad} pergi  (الله)  ke bawah {‘A ~ rasy} Ilahi

Sujud ke {Al ~ lah} Yang Suci  (الله)  dibukakan ~ pintu hati

Allah beri ~ ilham Nabi  (الله)  yang berisi ~ puji-puji

Nabi dulu ~ tak diberi   (الله)  yang {sebagai ~ mana} ini

Kata Allah ~ ke Muhammad   (الله)  Muhammad {ke ~ pala} angkat

Dan mintalah ~ apa saja  (الله)  Aku ‘kan {me ~ ngabulkannya}

Jika kau {min ~ ta} syafaat   (الله)  akan {Kube ~ ri} syafaat

Ya Allah {i ~ ni} umatku  (الله)  Ya Allah {i ~ ni} umatku

Allah {masuk ~ kan} yang tanpa   (الله)  dihisab {du ~ lu} ke surga

Lewat pintu ~ kanan surga  (الله)  hatinya {se ~ nang} dan rela

Demi Dzat yang  ~ jiwa Nabi   (الله)  pada {Kua ~ sa} Ilahi

Luas daun ~ pintu surga  (الله)  jarak Mekah ~ Hajar sama

Atau Mekah ~ Busyro juga  (الله)  Bukhori {da ~ lam} Shohihnya

Antara {Him ~ yar} dan Mekah  (الله)  yang lebih {ta ~ hu} ya Allah

Minggu, 10 Juni 2012

Hal Ikhwal Kematian & Keakheratan


MAYAT DIPERLIHATKAN TEMPATNYA (SURGA ATAU NERAKA) PADA WAKTU PAGI DAN SORE



عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ اَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ النَّارِ فَمِنْ اَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَامَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه البخارى )

Dari Ibnu Umar sesungguhnya Rasul bersabda, “Sesungguhnya salah satu dari kalian bila mati, maka diperlihatkan tempatnya pagi dan sore. Bila ia memang ahli surga, maka ia termasuk ahli surga. Dan bila termasuk ahli neraka, maka ia termasuk ahli neraka”. Dikatakan padanya, “Inilah tempatmu, hingga Allah membangkitkanmu kepada-Nya pada hari kiamat”.[1]

  • Syair
Orang meninggal dunia  (الله)  akan diperlihatkannya
Tempatnya di waktu pagi   (الله) atau waktu sore hari
Yang termasuk ahli surga   (الله) maka dilihatkan surga
Yang termasuk ahli neraka   (الله) maka dilihatkan neraka
Dan dikatakan padanya   (الله) ini tempatmu yang nyata
Hingga Allah membangkitkan (الله)   besok hari pengadilan



ORANG YANG MATI SYAHID 



مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ اَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. (رواه النسائ)

Barang siapa terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh karena membela dirinya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid.[2]

  • Syair
Orang yang mati membela   (الله) hartanya syahid matinya
Bela agama keluarga   (الله) maka mati syahid nyata       






     




                                                                                                               


[1]  H. Taufiqul Hakim, At-Tadzkiroh, ( Jepara, El-Falah, 2007), jil I, hlm. 48.
[2]  Ibid., hlm. 50.