MAYAT DIPERLIHATKAN TEMPATNYA (SURGA ATAU NERAKA) PADA WAKTU PAGI DAN SORE
عَنْ
ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ
إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ
اَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ اَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ النَّارِ فَمِنْ
اَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَامَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ. (رواه البخارى )
Dari Ibnu Umar
sesungguhnya Rasul bersabda, “Sesungguhnya salah satu dari kalian bila mati,
maka diperlihatkan tempatnya pagi dan sore. Bila ia memang ahli surga, maka ia
termasuk ahli surga. Dan bila termasuk ahli neraka, maka ia termasuk ahli
neraka”. Dikatakan padanya, “Inilah tempatmu, hingga Allah membangkitkanmu
kepada-Nya pada hari kiamat”.[1]
- Syair
Orang meninggal dunia (الله) akan diperlihatkannya
Tempatnya di waktu
pagi (الله) atau waktu sore hari
Yang termasuk ahli surga
(الله) maka dilihatkan surga
Yang termasuk ahli
neraka (الله) maka dilihatkan neraka
Dan dikatakan padanya
(الله) ini tempatmu yang nyata
Hingga Allah
membangkitkan (الله) besok hari pengadilan
ORANG YANG MATI SYAHID
مَنْ
قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ,
وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ اَهْلِهِ فَهُوَ
شَهِيْدٌ. (رواه النسائ)
Barang siapa terbunuh
karena mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh
karena membela dirinya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh karena
membela agamanya, maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh karena membela
keluarganya, maka ia mati syahid.[2]
- Syair
Orang yang mati
membela (الله) hartanya syahid matinya
Bela agama keluarga (الله) maka mati syahid nyata