Kamis, 07 Juni 2012

Mutiara Hadits




Mutiara Hadits

ORANG YANG BAIK ADALAH ORANG YANG BERSYUKUR


إِذَا اَرَادَ اللهُ بِعَيْبٍ خَيْرًا جَعَلَ غِنَاهُ فِى نَفْسِهِ، وَتُقَـاهُ فِى قَلْبِِِهِ، وَإِذَااَرَادَ اللهُ بِعَيْبٍ شَرًّا جَعَلَ فَقْرَهُ بَِيْنَ عَيْنَيْهِ. (رواه الحاكم عن أبى هريرة)
Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka Dia Menjadikan kekayaan berada pada dirinya sendirinya dan takwanya berada dalam kalbunya. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap seorang hamba, maka Dia menjadikan kefakirannya berada di hadapan matanya.  (Riwayat Hakim melalui Abu Hurairah r.a)[1] 

  • Syair
Jika Allah hendaki  ( الله)   bagusnya hamba ini 
Beri hatinya kaya  (الله )  kuat iman dan taqwa
Allah hendaki buruk  (الله)  maka akan terpuruk
Fakir slalu di mata  (الله)  slalu kurang tak nrima




UMAT NABI MUHAMMAD SAW. YANG ISTIMEWA



اُعْطِيْتُ سَبْعِيْنَ اَلْفًا مِنْ اُمَّتِي، يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وُجُوْهُهُمْ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، قُلُوْبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، فَاسْتَزَدْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ  سَبْعِيْنَ اَلْفًا. (رواه أحمد عن أبى بكر)

Aku telah diberi tujuh puluh ribu orang di antara umatku, mereka masuk surga tanpa hisab, wajah mereka seakan-akan bulan di malam purnama, dan kalbu mereka seakan-akan kalbu satu orang. Lalu aku memohon tambahan kepada Robbku, maka Dia memberi tambahan kepadaku untuk masing-masing orang tujuh puluh ribu orang lagi. (Riwayat Ahmad melalui Abu Bakar r.a)[2]

  • Syair
Allah telah membe ri  ( الله)  pada umatnya Nabi
Yang tujuh puluh ribu  (الله)  masuk surga tak ragu
Tanpa hisab masuknya  (الله)  bagai bulan wajahnya
Jadi satu hatinya  (الله)  Allah menambahinya
Apa yang dimohonkan  (الله)  Nabi akhirnya zaman
Tiap-tiap satunya  (الله )  tujuh puluh ribunya



MEMULIAKAN NAMA MUHAMMAD



    إِذَا سَمَّيْتُمُ الْوَلَدَ مُحَمَّدًا فَأَكْرِمُوْهُ، وَأَوْسِعُوْالَهُ فِي الْمَجْلِسِ وَلاَ تُقَبِّحُوْالَهُ وَجْهًا. (رواه الخطيب عن علي)

Apabila kalian menamakan anak dengan nama Muhammad, maka muliakan dia dan berilah tempat duduk untuknya dalam majelis, serta janganlah kalian memburuk-burukannya. (Riwayat ِAl-Khatib melalui Ali r.a)[3]

  • Syair
Anak anda namakan  (الله)  Muhammad dan mulyakan 
Berilah kelonggaran  (الله)  di majlis keilmuan 
Dan janganlah mencela  (الله)  wajahnya anak anda 
Semoga jadi taat  (الله)  menolong di akhirat






[1]  H. Taufiqul Hakim, Dzurrah Al-Ahaadits, (Jepara, El-Falah, 2006), cet I, hlm. 49.
[2]  Ibid., hlm. 35
[3]  Ibid., hlm. 33.

AMAL YANG MENGALIR PAHALANYA


إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, أَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ. (رواه مسلم)

Apabila manusia mati, maka amalnya terputus, kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang soleh mendoakannya. (Riwayat Muslim)[4]
  • Syair
Jika manusia mati   (الله) putus amalnya pasti 
S’lain tiga perkara  (الله)  sodaqoh jariahnya
Ilmu yang bermanfaat  (الله)  anak turun yang taat
Yang selalu berdoa (الله) untuk orang tuanya



SEBUTLAH KEBAIKAN ORANG YANG MATI



اِرْفَعُوْا اَلْسِنَتَكُمْ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ, وَإِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَقُوْلُوْا فِيْهِ خَيْرًا. (رواه الطبرنى عن سهل بن سعد)

Cegahlah mulut kalian dari (menyakiti) kaum muslimin, apabila seseorang di antara mereka meninggal, maka katakanlkahhal yang baik mengenainya. (Riwayat Imam Thabrani melalui Sahl Ibnu Sa’d)[5] 

  • Syair
Jangan gunakan lisan  (الله) ‘tuk menyakiti teman 
Orang meninggal dunia  (الله)  sebut baiknya saja



[4] Ibid., hlm. 76.
[5] Ibid., hlm. 75.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar