![]() |
| Mutiara Hadits |
ORANG YANG BAIK ADALAH ORANG YANG BERSYUKUR
إِذَا اَرَادَ اللهُ بِعَيْبٍ خَيْرًا
جَعَلَ غِنَاهُ فِى نَفْسِهِ، وَتُقَـاهُ فِى قَلْبِِِهِ، وَإِذَااَرَادَ اللهُ بِعَيْبٍ
شَرًّا جَعَلَ فَقْرَهُ بَِيْنَ عَيْنَيْهِ.
(رواه
الحاكم عن أبى هريرة)
Apabila Allah
menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka Dia Menjadikan kekayaan
berada pada dirinya sendirinya dan takwanya berada dalam kalbunya. Dan apabila
Allah menghendaki keburukan terhadap seorang hamba, maka Dia menjadikan
kefakirannya berada di hadapan matanya. (Riwayat Hakim melalui Abu Hurairah r.a)[1]
- Syair
Jika Allah hendaki ( الله) bagusnya
hamba ini
Beri hatinya kaya (الله ) kuat iman dan taqwa
Allah hendaki buruk (الله) maka
akan terpuruk
Fakir slalu di mata (الله) slalu
kurang tak nrima
UMAT
NABI MUHAMMAD SAW. YANG ISTIMEWA
اُعْطِيْتُ
سَبْعِيْنَ اَلْفًا مِنْ اُمَّتِي، يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وُجُوْهُهُمْ
كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، قُلُوْبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، فَاسْتَزَدْتُ
رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ سَبْعِيْنَ اَلْفًا. (رواه
أحمد عن أبى بكر)
Aku telah diberi
tujuh puluh ribu orang di antara umatku, mereka masuk surga tanpa hisab, wajah
mereka seakan-akan bulan di malam purnama, dan kalbu mereka seakan-akan kalbu
satu orang. Lalu aku memohon tambahan kepada Robbku, maka Dia memberi tambahan
kepadaku untuk masing-masing orang tujuh puluh ribu orang lagi. (Riwayat Ahmad
melalui Abu Bakar r.a)[2]
- Syair
Allah
telah membe ri ( الله) pada umatnya Nabi
Yang tujuh puluh ribu (الله) masuk
surga tak ragu
Tanpa
hisab masuknya (الله) bagai bulan wajahnya
Jadi
satu hatinya (الله) Allah
menambahinya
Apa yang dimohonkan (الله)
Nabi akhirnya zaman
Tiap-tiap
satunya (الله ) tujuh puluh ribunya
MEMULIAKAN
NAMA MUHAMMAD
إِذَا سَمَّيْتُمُ الْوَلَدَ
مُحَمَّدًا فَأَكْرِمُوْهُ، وَأَوْسِعُوْالَهُ فِي الْمَجْلِسِ وَلاَ تُقَبِّحُوْالَهُ
وَجْهًا. (رواه الخطيب عن علي)
Apabila kalian
menamakan anak dengan nama Muhammad, maka muliakan dia dan berilah tempat duduk
untuknya dalam majelis, serta janganlah kalian memburuk-burukannya. (Riwayat ِAl-Khatib melalui Ali r.a)[3]
- Syair
Anak
anda namakan (الله) Muhammad
dan mulyakan
Berilah kelonggaran (الله) di
majlis keilmuan
Dan
janganlah mencela (الله) wajahnya anak anda
Semoga
jadi taat (الله) menolong
di akhirat
AMAL
YANG MENGALIR PAHALANYA
إِذَا
مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, أَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ. (رواه مسلم)
Apabila manusia mati, maka amalnya
terputus, kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat
atau anak yang soleh mendoakannya. (Riwayat Muslim)[4]
- Syair
Jika
manusia mati (الله) putus amalnya pasti
S’lain
tiga perkara (الله) sodaqoh jariahnya
Ilmu yang bermanfaat (الله) anak turun yang taat
Yang
selalu berdoa (الله) untuk orang tuanya
SEBUTLAH
KEBAIKAN ORANG YANG MATI
اِرْفَعُوْا
اَلْسِنَتَكُمْ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ, وَإِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَقُوْلُوْا
فِيْهِ خَيْرًا. (رواه الطبرنى عن سهل
بن سعد)
Cegahlah mulut kalian dari (menyakiti)
kaum muslimin, apabila seseorang di antara mereka meninggal, maka katakanlkahhal
yang baik mengenainya. (Riwayat Imam Thabrani melalui Sahl Ibnu Sa’d)[5]
- Syair
Jangan
gunakan lisan (الله) ‘tuk menyakiti teman
Orang
meninggal dunia (الله) sebut baiknya saja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar